Ericsson Luncurkan Infrastruktur Jaringan Berbasis AI

Reporter : Ali Masduki
Ericsson boyong teknologi AI-ready RAN ke Indonesia untuk pangkas biaya operasional operator seluler dan kejar target 5G nasional 2030. Foto/Ericsson

GOBRAND.ID - Raksasa teknologi telekomunikasi asal Swedia, Ericsson (NASDAQ: ERIC), resmi meluncurkan rangkaian perangkat radio dan perangkat lunak terbaru yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI) untuk pasar Indonesia. 

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa efisiensi energi dan optimalisasi spektrum kini menjadi penentu keberlangsungan bisnis operator seluler di tengah ambisi pemerintah mengejar cakupan 5G sebesar 32% pada tahun 2030.

Baca juga: Amar Bank Optimistis Ekonomi Digital 2026 Tumbuh Lewat Pemberdayaan UMKM

Lanskap digital Indonesia saat ini menuntut kapasitas uplink yang lebih tangguh dan latensi rendah guna mendukung aplikasi masa depan. Namun, tantangan besar bagi para penyedia layanan (provider) adalah bagaimana mengelola konsumsi energi yang membengkak seiring perluasan jaringan. 

Produk terbaru Ericsson yang mencakup sepuluh perangkat radio AI-ready dan lima antena berperforma tinggi diklaim mampu menjawab dilema antara ekspansi jangkauan dan penghematan biaya operasional.

Teknologi Radio Access Network (RAN) yang ditingkatkan dengan AI ini bekerja secara dinamis. Alih-alih beroperasi dengan parameter statis, jaringan kini mampu berpikir dan beradaptasi terhadap pola penggunaan data masyarakat secara langsung.

"Kami memandang AI-ready RAN sebagai fondasi utama. Dengan menanamkan kemampuan AI langsung ke dalam jaringan, operator di Indonesia bisa membangun infrastruktur yang lebih adaptif dan hemat energi," ujar Nora Wahby, Presiden Direktur Ericsson Indonesia. 

Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan transformasi cara jaringan dikelola untuk mengoptimalkan investasi jangka panjang.

Baca juga: XLSMART Raih Rating ESG 2, Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan

Fitur unggulan seperti beamforming cerdas dan prediksi jangkauan berbasis AI memungkinkan pembagian kapasitas dilakukan tepat sasaran. 

Bagi konsumen, dampaknya akan terasa pada konektivitas yang lebih stabil saat melakukan streaming video berkualitas tinggi atau bermain gim daring tanpa kendala lag.

Di luar aspek teknis, kehadiran infrastruktur pintar ini membuka peluang bagi operator untuk keluar dari perang harga paket data konvensional. 

Melalui konektivitas yang dapat dibedakan (differentiated connectivity), operator bisa menawarkan layanan khusus berdasarkan tingkat keandalan dan kecepatan tertentu, baik untuk segmen ritel maupun korporasi.

Nora menambahkan bahwa seiring makin kompleksnya kebutuhan data, operator memerlukan infrastruktur yang mampu melakukan optimasi mandiri.

"Melalui integrasi kecerdasan ke perangkat radio dan software, kami memfasilitasi penggunaan spektrum yang lebih efisien. Kami bangga menyodorkan solusi yang aman dan tangguh untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Dengan portofolio baru ini, Ericsson memposisikan diri sebagai mitra strategis yang tidak hanya menjual perangkat keras, tetapi juga menawarkan efisiensi finansial bagi industri telekomunikasi dalam menyongsong era kedaulatan digital nasional.

Editor : Ali Masduki

OtoTekno
Berita Populer
Berita Terbaru