JAKARTA, GOBRAND.ID - Tren wisata perlahan bergeser. Perjalanan tidak lagi semata-mata tentang mengunjungi destinasi baru, tetapi juga mencari ruang untuk beristirahat, menjaga kebugaran, dan mendapatkan pengalaman yang membuat tubuh serta pikiran lebih rileks.
Perubahan tersebut turut mendorong munculnya konsep wellness tourism yang menggabungkan perjalanan dengan aktivitas kesehatan dan keseimbangan diri. Hotel pun mulai dimanfaatkan bukan hanya sebagai tempat bermalam, tetapi sebagai ruang untuk aktivitas komunitas dan gaya hidup sehat.
Baca juga: Yoga, Sebuah Jembatan Sunyi di Tengah Riuh Dunia
Fenomena itu terlihat dalam kegiatan Sunset Yoga by The Pool yang digelar komunitas Yogadihotel di Grand Whiz Poins Simatupang, Jakarta, Sabtu (26/9/2026), menjelang World Tourism Day 2026.
Mengusung tema “Sunset and Soul”, kegiatan tersebut menghadirkan sesi yoga di area kolam renang dengan suasana matahari terbenam. Sesi yoga dipandu instruktur bersertifikat Inda Susanti.
Founder Yogadihotel Ari Eka Putri mengatakan, perubahan kebutuhan wisatawan membuat pengalaman selama berada di hotel menjadi semakin beragam.
“Yoga di area hotel merupakan salah satu contoh bagaimana ruang hospitality dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata yang lebih bermakna,” kata Ari.
Menurutnya, aktivitas seperti yoga juga membuka peluang bagi hotel untuk membangun interaksi dengan komunitas sekaligus menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.
Hal senada disampaikan Marketing Communications Manager Grand Whiz Poins Simatupang Rade Situti. Menurut dia, pemanfaatan fasilitas hotel untuk kegiatan wellness dapat memberikan alternatif aktivitas bagi masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang menarik dan relevan bagi pengunjung. Aktivitas wellness seperti yoga dengan suasana sunset di area pool memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menikmati hotel dengan cara yang lebih santai, sehat, dan menyenangkan,” ujarnya.
Selain yoga, kegiatan tersebut turut menyediakan konsultasi astrologi dan tarot. Sejumlah mitra dari sektor kesehatan, spa, makanan dan minuman, serta layanan lainnya juga terlibat.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism tidak hanya melibatkan sektor pariwisata, tetapi juga komunitas, instruktur, layanan kesehatan, dan pelaku usaha.
Momentum tersebut digelar bertepatan dengan World Tourism Day 2026 yang mengangkat tema “Digital Agenda and Artificial Intelligence to Redesign Tourism”. Di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi dan kecerdasan buatan dalam pariwisata, pengalaman langsung dan interaksi manusia tetap menjadi bagian penting dari perjalanan.
Editor : Redaksi