x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

Program Makan Bergizi Gratis Diduga Jadi Ajang Bagi-bagi Proyek, Dinilai Tak Sentuh Daerah Miskin

Avatar Redaksi

News

GOBRAND.ID - Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia dari Nusa Tenggara Timur, Abraham Liyanto, mengkritik implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum efektif dan tidak tepat sasaran di sejumlah daerah.

Menurut Abraham, secara konsep program tersebut memiliki tujuan yang baik untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, khususnya pelajar. Namun pelaksanaannya di lapangan justru memunculkan berbagai persoalan. “Dari segi ide dan gagasan program ini sangat baik, bahkan sudah diterapkan di beberapa negara. Tetapi dalam praktiknya saya melihat tidak tepat sasaran dan menimbulkan banyak masalah di lapangan,” ujar Abraham di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Anggota Komite I DPD RI itu menilai pemerintah seharusnya memprioritaskan pelaksanaan program di wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti NTT, Papua, dan Maluku. Ia menilai daerah-daerah tertinggal justru belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.

Abraham mencontohkan kasus tragis seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, NTT, yang bunuh diri karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah. Ironisnya, kata dia, sekolah tersebut belum tersentuh program MBG.

Di sisi lain, ia menyoroti potensi besar anak-anak dari daerah tertinggal yang mampu berprestasi di tingkat dunia. Salah satunya adalah Caesar Hendrik Meo Tnunay atau Nono, siswa asal NTT yang menjuarai kompetisi matematika sempoa internasional pada 2022.

“Saya yakin jika MBG diprioritaskan ke daerah 3T, akan banyak lahir Nono-Nono baru. Tapi kalau program ini justru lebih banyak dibagikan di kota-kota besar yang relatif mampu, tentu sasarannya keliru,” tegasnya.

Selain soal sasaran, Abraham juga menyoroti tata kelola program yang dinilai kurang melibatkan masyarakat setempat. Ia menyebut dalam pelaksanaan di lapangan justru banyak pihak di luar lingkungan sekolah yang terlibat, mulai dari relawan hingga kelompok tertentu yang dinilai tidak memahami kondisi daerah.

“Jangan sampai muncul kesan program ini sekadar bagi-bagi proyek atau uang untuk kelompok tertentu. Program sebesar ini harus transparan dan melibatkan masyarakat lokal,” katanya.

Ia juga menilai skema distribusi makanan yang mewajibkan satu dapur melayani hingga 3.000 siswa berpotensi menimbulkan persoalan logistik, terutama di wilayah dengan infrastruktur terbatas seperti NTT.

Menurutnya, jarak antar sekolah di sejumlah daerah bisa mencapai puluhan kilometer dengan kondisi jalan yang rusak, sehingga proses distribusi makanan berisiko terlambat dan kualitas makanan menurun.

Sebagai solusi, Abraham mengusulkan agar skala produksi dapur diperkecil, misalnya hanya melayani 500 hingga 1.000 siswa. Ia juga mendorong agar kantin sekolah serta pelaku UMKM setempat dilibatkan sebagai bagian dari dapur penyedia makanan.

“Kalau kantin sekolah dan UMKM dilibatkan, makanan bisa dimasak lebih dekat dengan siswa sehingga distribusinya lebih cepat dan manfaat ekonominya juga dirasakan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Abraham berharap pemerintah segera mengevaluasi manajemen program MBG agar tujuan meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia benar-benar tercapai.

Artikel Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 23:55 WIB | Perbankan

CIMB Niaga Syariah Hadirkan KPR iB Xtra Haji Umrah, Wujudkan Impian Punya Rumah Sekaligus Beribadah ke Tanah Suci

GoBrand.id - Memiliki rumah sendiri sekaligus menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan aspirasi yang ingin diwujudkan banyak keluarga Indonesia. Untuk ...
Rabu, 04 Nov 2026 23:30 WIB | Keuangan

Prudential Indonesia Hadirkan PRUProsper, Solusi Perlindungan dan Perencanaan Keuangan Berbasis USD

GoBrand.id - Prudential Indonesia (PT Prudential Life Assurance) menghadirkan Asuransi Jiwa PRUProsper, solusi perlindungan dan perencanaan keuangan berbasis ...
Rabu, 04 Nov 2026 22:26 WIB | News

ShopeePay dan SPayLater Rayakan Kreativitas Indonesia, Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Batik ‘Corak Cerita Nusantara’

GoBrand.id - ShopeePay dan SPayLater pada Rabu (4/11) mengumumkan para pemenang Kompetisi Desain Batik 2026 ‘Corak Cerita Nusantara’, yang merayakan krea ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:56 WIB | Lifestyle

BINTANG Crystal Hadirkan “The Smoothest Way to Chill” di Jakarta dan Bali

GoBrand.id - BINTANG Crystal, bir cold-brewed dengan karakter rasa smooth dan tingkat kepahitan yang lebih rendah, menghadirkan pengalaman “The Smoothest Way to ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:10 WIB | Telco

Resmi Hadir di Indonesia, Bose Noise Cancelling Wired Earbuds Jadi Rekomendasi Earphone Kabel Terbaik 2026

GoBrand.id - Bose Noise Cancelling Wired Earbuds, wired earbuds pertama dengan noise cancelling, resmi meluncur di Indonesia. Konsumen bisa beli Bose Noise ...
Selasa, 03 Nov 2026 16:32 WIB | Kesehatan

Wujudkan Generasi Emas Anak Indonesia, vidoran Menutrisi Lebih dari 2.250 Balita

GoBrand.id - Nutrisi yang tepat sejak dini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Namun, pemenuhan gizj anak di Indonesia masih ...