x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

APPRI Luncurkan Survei Tren Belanja Jasa PR dan Optimisme Industri PR Tahun 2026

Avatar Redaksi

Ekonomi dan Bisnis

GoBand.id - Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI) bekerjasama dengan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya meluncurkan “Studi Tren Belanja Jasa PR dan Optimisme Terhadap Industri PR di tahun 2026” sebagai upaya memotret lanskap industri komunikasi di Indonesia di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik di Timur Tengah mendorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Pada kuartal I tahun 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia mengalami kenaikan signifikan di mana pada Maret 2026 tercatat 0,41%. Bahkan inflasi year-on-year (yoy) Januari mencapai 3,55%, dan ini berarti tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Kondisi ini diperkirakan akan berdampak langsung pada kinerja usaha, dan tentunya kegiatan komunikasi yang akan dilakukan perusahaan. Peran komunikasi yang fokus pada peningkatan kesadaran publik atas brand pun semakin dipertanyakan dampak langsungnya terhadap kinerja bisnis perusahaan.

“Di tengah dinamika ekonomi global yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat, kami merasa perlu untuk membekali konsultan komunikasi dan PR dengan pemetaan kebutuhan komunikasi perusahaan agar dapat mengoptimalkan kapasitasnya dalam memenuhi kebutuhan klien, sekaligus menjadi landasan keputusan bisnisnya ke depan. Selain itu, kami sebagai asosiasi juga bisa mendapatkan gambaran apa yang bisa kami lakukan untuk membantu anggota kami dan berkontribusi dalam pengembangan bisnisnya.,” kata Sari Soegondo, Ketua Umum APPRI.

Sejauh ini, belum pernah dilakukan telaah khusus – atau kajian terkini secara empirik – mengenai latar belakang organisasi dalam memanfaatkan layanan konsultan PR eksternal, besarnya animo, tren perkembangan kebutuhannya, serta tingkat kepuasan dan optimisme para pengguna jasa agensi PR Indonesia.

Studi yang dimulai secara efektif di bulan November 2025 lalu ini, mengumpulkan insights dari 24 perusahaan dari total 50 perusahaan yang diundang untuk mengikuti survey ini. Perusahaan responden tersebar di 19 sektor utama antara lain meliputi sektor kesehatan, perbankan, manufaktur, energi, ritel, layanan publik, sumber daya alam, dan lain-lain.

“Berdasarkan temuan kami, secara keseluruhan, studi ini menunjukkan bahwa sektor komunikasi dan PR di Indonesia sedang berada dalam fase transisi menuju peran yang lebih strategis. Tentunya ini tidak lepas dari kenyataan bahwa industri saat ini menghadapi berbagai tantangan baru seperti algoritma digital, banjirnya informasi, dan tuntutan akan pengukuran kinerja PR yang berbasis pada dampak. Dengan demikian, edukasi secara spesifik untuk pimpinan perusahaan perlu terus diperkuat,” ujar Natalia Widiasari, Ketua Tim Riset dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Sejumlah temuan studi ini adalah sebagai berikut:
•Kesadaran pimpinan organisasi klien belum merata dengan 46 persen pimpinan belum mantap memajukan kegiatan komunikasi karena pertimbangan alokasi biaya.
•Investasi untuk kegiatan komunikasi masih bervariasi, dimana 29 persen responden menyisihkan anggaran sekitar Rp 3 miliar dan 29 persen responden lainnya memiliki anggaran sekitar Rp 300 juta dalam satu tahun.
•Preferensi layanan yang dibutuhkan adalah manajemen reputasi (hampir 100 persen), market intelligence (+-75 persen), integrated marketing communication (+-60 persen) dan dukungan adovasi (+-35 persen).
•Preferensi konsultan dan model kerja mencatat sekitar 88 persen klien lebih memilih konsultan lokal karena bisa lebih memahami konteks dan kondisi di Indonesia.
•Model kerjasama yang umum digunakan adalah project-based 67 persen, jangka pendek (sampai dengan 12 bulan) 25 persen dan jangka panjang (lebih dari 12 bulan) 8 persen.
•Sekitar 40 persen responden menghabiskan anggaran kurang dari Rp 300 juta, sekitar 47,5 persen antara Rp 300 juta s/d 1,5 miliar dan +-12,5 persen menghabiskan anggaran antara Rp 1,5 sd 3 miliar untuk mendukung kegiatan komunikasi mereka.
•Terkait pengukuran, 36 persen responden melakukan pengukuran secara berkala, 32 persen melakukan pengukuran hanya saat proyek atau kampanye tertentu berjalan, dan 32 persen responden sama sekali tidak melakukan pengukuran keberhasilan.
•Tingkat optimisme organisasi sangat tinggi dimana 52 persen responden menyatakan sangat optimis terhadap pertumbuhan sektor PR dalam 3-5 tahun ke depan, 36 persen optimis, 10 persen netral dan 2 persen kurang optimis.
•Faktor penentu yang mendorong keyakinan terhadap peran strategis PR antara lain adalah kebutuhan akan manajemen reputasi yang tinggi (41 persen), kompleksitas isu dan krisis yang terus meningkat (29 persen), perkembangan teknologi dan data untuk komunikasi yang lebih efektif (18 persen), dan sisanya adalah perlunya penegakan regulasi, transparansi dan untuk memenuhi tuntutan akuntabilitas publik (12 persen).

Acara peluncuran studi ini diselenggarakan di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. Berbagai perwakilan perusahaan yang menjadi responden studi, para pelaku industri, komunitas akademik, dan insan pers turut menghadiri peluncuran ini.

Artikel Terbaru
Sabtu, 25 Jul 2026 16:54 WIB | Perbankan

CIMB Niaga Raih Penghargaan Best SME Bank Indonesia 2026 dari Euromoney

GoBrand.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga atau IDX: BNGA) meraih penghargaan “Best SME Bank Indonesia 2026” dari Euromoney. Penghargaan ini diberikan atas ...
Jumat, 24 Jul 2026 21:26 WIB | Telco

Kenangan Brands Andalkan Digital Trust Privy untuk Kawal Ekspansi 1.300 Gerai

GoBrand.id - Memiliki lebih dari 1.300 gerai dan hampir 10.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Kenangan Brands memperkirakan ada sekitar 20.000 ...
Kamis, 23 Jul 2026 23:12 WIB | Keuangan

PINTU Catatkan Pertumbuhan Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Sepanjang Kuartal II 2026

GoBrand.id – PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatat pertumbuhan a ...
Kamis, 23 Jul 2026 17:51 WIB | Keuangan

Danantara Asset Management Ambil Alih Pengendalian Empat Manajer Investasi BUMN, Total Dana Kelolaan Rp170 Triliun

GoBrand.id - PT Danantara Asset Management (“DAM”) resmi menandatangani Share Purchase Agreement (“SPA”) atau Perjanjian Pembelian Saham atas saham PT Mandiri M ...
Senin, 20 Jul 2026 08:33 WIB | Perbankan

Rano Karno Dorong Layanan Keuangan Lebih Dekat ke Warga, Resmikan KCP Bank Jakarta Kebayoran Park

Kehadiran KCP Kebayoran Park dengan konsep future branch menjadi salah satu strategi Bank Jakarta untuk menjawab perubahan perilaku nasabah di era digital. ...
Sabtu, 18 Jul 2026 22:29 WIB | Property

Podomoro Talent Expo 2026, Solusi Agung Podomoro Dukung Penyerapan Talenta Berkualitas Industri Properti

GoBrand.id - Agung Podomoro resmi membuka Podomoro Talent Expo (PTE) 2026 sebagai bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap peluang ...