GOBRAND.ID - PT LG Electronics Indonesia memperkuat persaingan di pasar elektronik rumah tangga melalui pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), peningkatan kapasitas produk, dan penguatan layanan konsumen. Strategi ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan rumah tangga modern sekaligus mempertahankan kepercayaan pelanggan di Indonesia.
LG mengklaim memimpin pasar mesin cuci bukaan depan (front loading) berdasarkan riset independen NIQ-GfK untuk performa pasar sepanjang 2026. Perusahaan juga meraih Indonesia Customer Satisfaction Award 2026 dari SWA Network untuk kategori mesin cuci.
President LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, mengatakan pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Bagi LG, menjadi pilihan konsumen bukan hanya tentang menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut relevan dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ha Sang-chul dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
Untuk mendukung strategi tersebut, LG mengembangkan mesin cuci dengan teknologi AI DD™ dan AI Wash yang dirancang untuk menyesuaikan proses pencucian berdasarkan karakteristik cucian. Perusahaan juga menghadirkan LG ThinQ agar pengguna dapat mengakses sejumlah fungsi mesin cuci melalui smartphone.
Selain mengembangkan teknologi pintar, LG menawarkan produk berkapasitas besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga dengan volume cucian yang beragam. LG WashTower WT2520NHBA, misalnya, memiliki kapasitas pencucian 25 kilogram dan pengeringan 20 kilogram. Sementara itu, mesin cuci bukaan atas LG TX2522ST5G memiliki kapasitas 22 kilogram.
Product Director Living HS LG Electronics Indonesia, Kim Nack Sun, mengatakan pengembangan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mengelola pekerjaan rumah tangga.
“Kami mengembangkan perpaduan kecerdasan buatan dan kapasitas besar untuk menghadirkan pengalaman mencuci yang semakin praktis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” kata Kim.
Menurut dia, teknologi pintar dan kapasitas besar diharapkan membantu konsumen menghemat waktu dalam menjalankan aktivitas mencuci sehingga dapat melakukan kegiatan lain yang lebih penting.
Selain inovasi produk, LG memperkuat layanan purnajual dan edukasi konsumen melalui jaringan dealer, kolaborasi dengan kreator digital, serta komunitas afiliasi. Perusahaan menilai kualitas layanan menjadi bagian penting dalam menjaga kepuasan pelanggan setelah pembelian.
Product Manager Living HS LG Electronics Indonesia, Ratih Nadiah, mengatakan kepuasan konsumen menjadi aspek penting dalam mempertahankan kepercayaan terhadap produk perusahaan.
“Bagi kami, pencapaian yang paling berarti adalah ketika kepercayaan konsumen terhadap produk berjalan seiring dengan kepuasan mereka dalam menggunakannya,” ujar Ratih.
Memasuki 36 tahun kehadirannya di Indonesia, LG juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk mendekatkan teknologi kepada masyarakat. Salah satunya melalui LG AI Wash Exhibition yang akan digelar di empat kota, termasuk Jakarta.
Perusahaan turut merencanakan program sosial sepanjang November 2026 dengan memberikan 36 unit mesin cuci kepada 36 guru terpilih. Program ini mengajak masyarakat membagikan kisah tentang guru yang memberikan inspirasi dan pengaruh positif dalam kehidupan mereka.
Ha Sang-chul mengatakan perayaan tersebut menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk mengapresiasi masyarakat yang telah mendukung perjalanan bisnis LG di Indonesia.
“Perjalanan 36 tahun LG di Indonesia tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat. Karena itu, kami ingin merayakan momentum ini dengan berbagi apresiasi kepada mereka yang berkontribusi bagi masa depan Indonesia, termasuk para guru,” katanya.
LG menyatakan akan terus mengembangkan teknologi, meningkatkan kualitas layanan, dan menjalankan berbagai inisiatif sosial untuk memperkuat hubungan dengan konsumen di Indonesia.
Editor : Redaksi