Amar Bank Optimistis Ekonomi Digital 2026 Tumbuh Lewat Pemberdayaan UMKM

Reporter : Ali Masduki
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda memaparkan materi terkait outlook perbankan dan ekonomi digital Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3). Foto/Amar Bank

GOBRAND.ID - PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) mulai tancap gas menggarap ceruk pasar UMKM yang dijuluki sebagai "raksasa tidur" dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Meski menyumbang 61% terhadap PDB, akses pembiayaan sektor ini masih terganjal tembok administratif dan persyaratan perbankan konvensional yang kaku.

Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat ada 64,2 juta unit UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja. Namun, hingga akhir 2025, porsi penyaluran kredit ke sektor ini baru bertengger di level 19,4%. Angka tersebut masih jauh dari target ambisius pemerintah yang mematok porsi 30�ri total kredit perbankan nasional.

Baca juga: Marak Phishing & Scam, Bank DBS Perkuat Keamanan Nasabah via Cyber Guard

Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian, menyatakan bahwa perbankan digital harus mengambil peran sebagai penggerak untuk menghidupkan potensi tersebut. Menurutnya, pemulihan ekonomi saat ini menjadi momentum tepat untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil melalui sistem keuangan yang lebih inklusif.

"Kami ingin memberdayakan jutaan UMKM agar mampu memanfaatkan ekosistem digital secara maksimal. Melalui solusi keuangan yang aman dan mudah dijangkau, pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih tangguh," kata Vishal dalam forum Digital Banking & Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/3).

Senada dengan hal itu, Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai adopsi layanan keuangan yang timpang antara kota dan desa menjadi penghambat utama. Banyak pelaku usaha yang akhirnya terjebak menggunakan modal pribadi atau pinjaman keluarga karena sulitnya menembus birokrasi bank formal.

Baca juga: Ericsson Luncurkan Infrastruktur Jaringan Berbasis AI

Menjawab tantangan tersebut, Amar Bank memperkenalkan platform Amar Bank Bisnis. Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, menjelaskan bahwa layanan ini dirancang untuk membenahi administrasi keuangan UMKM agar lebih terstruktur dan terdokumentasi.

"Jika rekam jejak keuangan mereka rapi, lembaga keuangan bisa melakukan penilaian objektif sehingga akses terhadap pembiayaan formal terbuka lebih lebar," tutur Josua.

Memasuki Tahun Kuda Api, emiten berkode saham AMAR ini tetap memelihara optimisme meski dibayangi ketidakpastian global. Sepanjang 2025, bank ini berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap sehat melalui manajemen risiko yang ketat.

Baca juga: Wajib Tahu! Pelatihan Ini Bikin UMKM Pasuruan Melek Teknologi

Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Amar Bank, Kevin Kane, menambahkan bahwa efisiensi operasional ke depan akan bertumpu pada kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini digunakan untuk mempercepat proses underwriting secara real-time sekaligus membentengi nasabah dari ancaman penipuan digital.

"Otomatisasi dan analisis perilaku nasabah membantu kami mengambil keputusan kredit yang lebih cepat dan akurat. Ini adalah cara kami menghadirkan solusi finansial yang responsif terhadap kebutuhan pasar," pungkas Kevin.

Editor : Ali Masduki

OtoTekno
Berita Populer
Berita Terbaru