JAKARTA, GoBrand.id - Pasar Induk Kramat Jati menjadi salah satu sasaran perluasan pembiayaan Bank Jakarta seiring besarnya potensi usaha pedagang di kawasan tersebut. Hingga kini, kredit yang disalurkan Bank Jakarta di pasar itu mencapai sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.
Potensi pembiayaan masih terbuka lebar karena Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha. Bank Jakarta melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk memperluas akses pembiayaan formal bagi pelaku usaha mikro.
Perluasan akses tersebut ditandai dengan pelaksanaan akad kredit massal bagi 100 pedagang. Kegiatan ini disaksikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta dan pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo mengatakan, kehadiran bank di tengah pusat perdagangan menjadi bagian penting dari strategi memperluas akses keuangan masyarakat.
“Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus, Rabu (2/9/2026).
Untuk mendukung strategi tersebut, Bank Jakarta memiliki 243 Sentra Mikro yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Jaringan ini diarahkan untuk mendekatkan layanan sekaligus memahami kebutuhan pembiayaan pelaku usaha di berbagai pusat ekonomi.
Agus menegaskan, keberhasilan pembiayaan tidak hanya dilihat dari besarnya kredit yang disalurkan. Dampak terhadap perkembangan usaha, peningkatan omzet, penciptaan lapangan kerja, hingga kemampuan UMKM naik kelas menjadi ukuran yang lebih penting.
Program ini juga memperkuat sinergi Bank Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, dan Perumda Pasar Jaya dalam membangun ekosistem pembiayaan UMKM yang inklusif dan berkelanjutan di pasar rakyat.
Editor : Redaksi