GoBrand.id - City Vision kembali memperkuat posisinya sebagai perusahaan media Out-of-Home (OOH) terkemuka dengan memperkenalkan Iconic Pacific Place LED, salah satu LED OOH terbesar di Indonesia yang berlokasi strategis di kawasan SCBD.
Mengusung konsep 3 Layered LED, media interaktif ini hadir sebagai ikon visual baru sekaligus kanvas raksasa modern (The New Big Canvas in the City) di tengah pusat gaya hidup Jakarta. Lebih dari sekadar ruang untuk menampilkan pesan, layar ini dirancang untuk memungkinkan brand menciptakan pengalaman yang relevan, real-time, dan terhubung dengan keseharian audiens urban.
Berada di kawasan yang mempertemukan bisnis, retail, hospitality, teknologi, mobilitas, kuliner, dan entertainment, Pacific Place menjadi bagian dari ritme gaya hidup masyarakat kota. Memahami karakter tersebut, Iconic Pacific Place LED hadir sebagai kanvas digital yang dapat merespons konteks di sekitarnya, mulai dari menghidupkan momen budaya dan komunitas hingga menghadirkan interaksi yang mendorong publik untuk ikut berpartisipasi.
Semangat tersebut menjadi landasan sesi diskusi “Beyond Visibility: How Brands Win Through Experiences” bersama Savoria, Samsung, dan BYD. Melalui perspektif brand dari kategori consumer, technology, dan mobility, diskusi ini membahas bagaimana brand kini bergerak melampaui visibilitas untuk membangun pengalaman yang lebih berarti dan imersif melalui inovasi, gamifikasi, serta pemanfaatan Digital Out-of-Home (DOOH). Sesi tersebut disiarkan secara langsung melalui Iconic Pacific Place LED, menjadikan layar itu sendiri sebagai bagian dari pengalaman peluncuran.
Dengan luas lebih dari 1,000 sqm, The Iconic Pacific Place LED hadir dengan desain yang khas melalui konsep layered LED. Desain ini tidak hanya menciptakan dimensi visual yang lebih dinamis, tetapi juga dirancang untuk menonjolkan fasad cantik dari Pacific Place, sehingga menciptakan sebuah landmark visual baru yang unik serta berkesan di kawasan SCBD.
“City Vision percaya bahwa kehadiran media di ruang publik seharusnya bisa menambah nilai pada pengalaman seseorang di kota. Iconic Pacific Place LED kami hadirkan sebagai ruang yang memungkinkan brand menciptakan momen yang relevan dengan gaya hidup audiensnya, bukan hanya tampil, tetapi juga berinteraksi, membangun koneksi, dan menjadi bagian dari pengalaman urban yang sedang berlangsung,” ujar Meyrick Sumantri, Co-Founder & Co CEO City Vision.
Keseruan interaktif Iconic Pacific Place LED berlanjut lewat gameshow partisipatif bersama berbagai brand yang turut hadir. Aktivasi ini membuktikan OOH telah bertransformasi dari sekadar penempatan media menjadi pengalaman publik interaktif. Melalui seremoni peluncuran yang menghubungkan layar ponsel tamu dan LED secara real-time lewat aksi Interactive Launch Moment bersama, teknologi ini sukses menyatukan perangkat personal dengan ruang kota sekaligus menghidupkan brand moment secara langsung.
“Di tengah audiens yang menerima begitu banyak pesan setiap hari, sekadar terlihat tidak lagi cukup. Brand perlu menciptakan brand moment, sebuah titik ketika pesan tidak hanya dilihat, tetapi benar-benar dirasakan dan dialami dalam konteks yang relevan. Momen seperti ini penting karena dapat membuat audiens berhenti, terlibat, dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan brand. Ketika pengalaman tersebut cukup berkesan untuk direkam, dibagikan, atau dibicarakan kembali, maka visibility dapat berkembang menjadi memori dan hubungan yang lebih panjang dengan konsumen,” ujar Juliana Kumala, Co-Founder & Co CEO City Vision.
Bagi City Vision, perkembangan OOH tidak berhenti pada peningkatan visibilitas. Ketika ditempatkan di titik yang menjadi bagian dari lifestyle dan momen kultural masyarakat, DOOH dapat menjadi ruang bagi brand untuk hadir dengan cara yang lebih kontekstual, dilihat, dimainkan, direkam, dibagikan, dan pada akhirnya diingat sebagai sebuah pengalaman bersama.
Melalui Iconic Pacific Place LED, City Vision memperluas visinya dalam membangun ekosistem OOH yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan dinamika kota. Dari konsumen brand hingga teknologi dan mobilitas, layar ini membuka peluang bagi berbagai kategori untuk tidak hanya guna meraih pendedahan visual yang masif, tetapi menciptakan interaksi dan pengalaman yang terasa dekat dengan kehidupan audiens urban.
Editor : Redaksi