x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

PepsiCo Jajaki Peluang Kolaborasi via Program Pepsico Greenhouse APAC 2026: The IMPACT Edition

Avatar Redaksi

Ekonomi dan Bisnis

GoBrand.id - PepsiCo mengumumkan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan lima startup dari program Greenhouse Program 2026 IMPACT Edition. Langkah ini mencerminkan upaya bersama untuk menjajaki peluang pengembangan serta potensi penerapan komersial berbagai solusi keberlanjutan di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Berangkat dari tahap pencarian startup menuju kesiapan komersial, program PepsiCo Greenhouse Program APAC 2026: The IMPACT Edition yang berdurasi tujuh bulan ini melibatkan lima alumni Greenhouse Program: Adiona, Bali Waste Cycle, Beijing AIForce Tech (BAIFT), Takachar, dan X-Centric Sciences. Kelima startup tersebut menghadirkan solusi inovatif yang mencakup efisiensi logistik, pertanian berkelanjutan, pengurangan emisi, dan ekonomi sirkular.

Melalui IMPACT Framework, yang dirancang untuk membantu startup bertransisi dari proyek uji coba menuju tahap penerapan komersial, masing-masing founder didampingi oleh tim lintas fungsi PepsiCo yang terdiri dari para pakar di bidang keberlanjutan, rantai pasok, pengadaan, riset dan pengembangan (R&D), operasional, keuangan, hingga hukum. Pendekatan ini memungkinkan aspek teknis, operasional, komersial, dan kepatuhan (compliance) dikaji sejak awal proses, sehingga membantu mengidentifikasi berbagai potensi hambatan sebelum tahap implementasi.

Program ini resmi ditutup dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama kelima startup di bidang keberlanjutan tersebut. Adapun setiap rencana implementasi maupun aktivitas komersial ke depannya akan bergantung pada tahapan evaluasi dan kesepakatan lebih lanjut.

“Kolaborasi lintas sektor dan kapabilitas akan semakin dibutuhkan untuk membangun bisnis yang tangguh dan terus bertumbuh di kawasan Asia Pasifik,” ujar Anne Tse, Chief Executive Officer, Asia Pacific, PepsiCo. “Melalui program Greenhouse Accelerator, kami mempertemukan para pengusaha dengan tim PepsiCo untuk menguji berbagai solusi inovatif terhadap tantangan bisnis dan operasional yang nyata di seluruh sistem pangan. Peluang ini menjangkau jauh lebih luas daripada sekadar satu teknologi atau kemitraan tunggal. Dengan menggandeng startup, investor, dan para mitra lainnya, kami dapat membantu memperkuat kolaborasi di seluruh ekosistem inovasi, serta mengeksplorasi berbagai solusi yang berpotensi mendukung ketangguhan dan pertumbuhan bisnis.”

Perjalanan Lima Startup dalam Tahap Evaluasi Kesiapan Komersial

Kelima alumni tersebut menempuh jalur yang berbeda-beda, disesuaikan dengan tingkat kematangan dan ketersediaan teknologi mereka, kebutuhan bisnis yang ingin diselesaikan, serta kondisi operasional yang dibutuhkan untuk proses penerapan.

Adiona (Australia, alumni 2023) menindaklanjuti kolaborasi sebelumnya bersama PepsiCo terkait optimasi rute berbasis kecerdasan buatan (AI) serta berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi armada (fleet efficiency). Usai merampungkan tahapan program dalam IMPACT Edition, Adiona dan PepsiCo resmi menandatangani LoI guna menjajaki peluang optimasi jaringan dan logistik di China.

Beijing AIForce Tech (China, alumni 2025) menindaklanjuti kolaborasinya yang telah berjalan bersama PepsiCo China terkait mesin pertanian bertenaga listrik. Saat ini, traktor listrik berkapasitas 140HP dari BAIFT telah beroperasi melalui kesepakatan sewa komersial berdurasi lima tahun bersama PepsiCo China guna mendukung budidaya kentang di sejumlah lahan petani mitra dalam rantai pasok pertanian PepsiCo. Sementara itu, model traktor yang lebih besar, yakni 180HP, tengah menjalani masa pengujian yang dijadwalkan rampung pada akhir tahun 2026. Melalui program IMPACT Edition ini, PepsiCo dan BAIFT juga telah menandatangani LoI untuk menjajaki perluasan kemitraan mereka di China, termasuk menggali potensi kolaborasi teknologi pertanian di masa mendatang.

Bali Waste Cycle (Indonesia, alumni 2025) berkolaborasi dengan PepsiCo Indonesia dalam upaya pengumpulan dan daur ulang kemasan fleksibel, sekaligus menjajaki berbagai potensi pasar akhir (end-market applications) untuk penggunaan material hasil pemulihan. Selama program berlangsung, startup ini memanfaatkan hasil pemulihan kemasan makanan ringan menjadi papan petunjuk jalan yang kini telah dipasang di Denpasar dan Gianyar, Bali serta terus menggali potensi permintaan dari sektor pariwisata maupun korporasi. PepsiCo dan Bali Waste Cycle juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) guna menjajaki upaya perluasan program pengelolaan sampah plastik fleksibel  di Indonesia.

Takachar (Thailand, alumni 2024) terus menjajaki potensi penerapan teknologi portabelnya, yang mampu mengubah residu pertanian menjadi biochar (arang hayati). Melalui program IMPACT Edition, Takachar dan PepsiCo mengkaji berbagai persyaratan operasional dan komersial untuk potensi penerapannya di seluruh rantai nilai pertanian . Kedua belah pihak juga resmi menandatangani LoI guna mengevaluasi lebih lanjut potensi pemanfaatan teknologi Takachar di seluruh kawasan Asia Pasifik.

X-Centric Sciences (Australia, alumni 2024) melanjutkan kolaborasinya bersama PepsiCo untuk mengkaji bagaimana teknologi kecerdasan tanah (soil intelligence) milik mereka dapat diintegrasikan ke dalam alur kerja pertanian guna mendukung pengambilan keputusan terkait kesehatan tanah dan input tanaman (crop inputs). Menyusul serangkaian uji coba lapangan bersama tim pertanian PepsiCo di Australia, X-Centric dan PepsiCo resmi menandatangani LoI untuk menjajaki potensi penerapan teknologi kecerdasan tanah presisi (precision soil intelligence) di Australia.

Untuk informasi lebih rinci mengenai Letter of Intent yang telah ditandatangani, silakan merujuk pada Lampiran A.

Sejumlah peserta startup juga terus membangun perkembangan positif setelah mengikuti  program The IMPACT Edition. Secara terpisah, BAIFT melaporkan keberhasilannya dalam meraih pendanaan Seri B senilai USD 60 juta, sementara X-Centric terpilih masuk ke dalam program akselerator AI for the Planet perdana besutan Google DeepMind di Asia Pasifik.

Berbagai pencapaian ini menegaskan betapa pentingnya membangun konektivitas yang lebih luas di seluruh ekosistem inovasi, guna mendorong kemajuan berbagai ide, teknologi, maupun potensi solusi ke depan.

Sejak tahun 2023, PepsiCo Greenhouse APAC Program telah berhasil menggandeng 30 startup potensial serta mendukung 22 proyek percontohan di bidang ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan solusi iklim.

Langkah Selanjutnya

Menyusul gelaran Showcase ini, PepsiCo dan peserta startup akan melanjutkan pembicaraan berdasarkan Letter of Intent (LoI) guna menjajaki peluang kolaborasi lanjutan. Adapun setiap rencana implementasi di masa mendatang akan bergantung pada tahapan evaluasi lebih lanjut, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kinerja solusi, nilai bisnis, kesesuaian operasional, serta kebutuhan pasar.

Diluncurkan di Asia Pasifik pada 2023, PepsiCo Greenhouse APAC Program bermula sebagai program akselerator berbasis hibah yang berfokus pada ekonomi sirkular, pertanian berkelanjutan, dan solusi iklim. Memasuki edisi keempatnya, program ini telah bertransformasi, di mana edisi 2026 IMPACT Edition kini lebih menitikberatkan pada penjajakan integrasi, kesiapan komersial, serta potensi penerapan di masa depan.

Program ini didukung oleh ekosistem mitra modal ventura, pertanian, dan inovasi yang kini semakin luas, meliputi Artesian, AgFunder Asia, AgriFutures growAG, Better Earth Ventures, Circulate Capital, CM Venture Capital, Cooley, GC Ventures, SAIL (Singapore Agri-Food Innovation Lab di Nanyang Technological University), serta Suntory PepsiCo Beverages. Jaringan ekosistem yang lebih luas ini memberikan startup partisipan akses terhadap wawasan dan keahlian di berbagai bidang, seperti akses pasar, kesiapan investasi, komersialisasi, serta berbagai aspek yang relevan terkait potensi adopsi di tingkat korporasi (enterprise adoption).

Artikel Terbaru
Kamis, 22 Okt 2026 21:11 WIB | Lifestyle

Bose Noise Cancelling Wired Earbuds Siap Hadir di Indonesia Setelah Sold Out di Pasar Global

GoBrand.id - Earphone kabel semakin diminati konsumen. Pada 2025, untuk pertama kalinya dalam lima tahun, penjualan earphone kabel mampu mengalami pertumbuhan. ...
Kamis, 22 Okt 2026 21:02 WIB | Keuangan

Saham dan ETF AS Tertokenisasi Jadi Primadona Baru, Pembelinya di PINTU Melonjak Hampir 70%!

GoBrand.id - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencatatkan lonjakan ...
Kamis, 22 Okt 2026 20:41 WIB | Travel

Australia Barat Perkuat Event-Led Tourism dan Produk Wisata Menjelang 2027

GoBrand.id  - Australia Barat memasuki periode akhir 2026 dengan kalender event internasional dan sejumlah pengembangan produk pariwisata yang memperluas ...
Kamis, 22 Okt 2026 20:33 WIB | Property

TACO x ActiveLab Hadirkan Wellness Experience di Jakarta Running Festival 2026

GoBrand.id - TACO, penyedia solusi building material, kembali membawa semangat Explore New Horizons melalui dukungannya terhadap penyelenggaraan Jakarta ...
Selasa, 20 Okt 2026 22:43 WIB | Kecantikan

Swisse Hadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C di Indonesia

GoBrand.id - Swisse menghadirkan Swisse Ultiboost Grape Seed + Vitamin C di Indonesia, suplemen kecantikan yang memadukan ekstrak biji anggur pilihan dari ...
Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB | Lifestyle

Cafetab Tawarkan Alternatif Ngopi Praktis

GoBrand.id - Kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari banyak orang. Selain menemani pagi hari, kopi kerap menjadi pilihan untuk membantu menjaga ...