GOBRAND.ID - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) memperoleh Entity Rating 2 dengan skor 67 dari Sustainable Fitch, lembaga pemeringkat global yang menilai kinerja keberlanjutan perusahaan.
Peringkat ESG tersebut mencerminkan integrasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis perusahaan, terutama setelah proses merger yang rampung pada April 2025.
Penilaian dilakukan sejak November 2025 hingga Januari 2026. Hasilnya menempatkan XLSMART sebagai perusahaan dengan performa keberlanjutan yang dinilai solid sekaligus memiliki kontribusi sosial melalui aktivitas bisnisnya.
Baca juga: Ericsson Luncurkan Infrastruktur Jaringan Berbasis AI
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan capaian tersebut menjadi pengakuan independen atas langkah perusahaan memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab.
“Kami menyambut baik hasil penilaian dari Sustainable Fitch. Bagi kami, peringkat ini menjadi bukti bahwa strategi keberlanjutan yang dijalankan setelah merger berada di jalur yang tepat. Prinsip ESG kami tempatkan sebagai fondasi dalam pengelolaan perusahaan agar mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi investor dan pemangku kepentingan,” ujar Merza, Minggu (9/3/2026).
Dalam laporan penilaiannya, Sustainable Fitch melihat aktivitas bisnis XLSMART memberikan dampak sosial melalui penyediaan jaringan telekomunikasi yang lebih efisien energi serta perluasan akses digital ke berbagai wilayah.
Pengembangan jaringan tersebut membuka peluang bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan telekomunikasi secara optimal. Akses komunikasi dan internet yang lebih luas turut mendorong peningkatan aktivitas ekonomi dan pertukaran informasi.
Atas kontribusi tersebut, XLSMART dikategorikan sebagai “social pure player”, yakni perusahaan yang aktivitas bisnis utamanya membawa manfaat sosial secara langsung.
Selain aspek sosial, penilaian juga mempertimbangkan transparansi perusahaan dalam melaporkan dampak lingkungan. XLSMART telah mempublikasikan data terkait emisi Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, termasuk penggunaan energi, air, serta pengelolaan limbah.
Perusahaan juga menetapkan target penurunan emisi sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi jejak karbon operasional jaringan telekomunikasi.
Baca juga: XLSMART & Xiaomi Rilis Bundling 17 Series, Internet Unlimited Rp50 Ribu
Menurut Merza, komitmen tersebut tidak hanya terlihat dalam operasional, tetapi juga pada berbagai kegiatan perusahaan.
“Kami berupaya menerapkan konsep keberlanjutan di berbagai aktivitas. Pada AXIS Nation Cup 2025 misalnya, kami menerapkan konsep Zero Waste Landfill dengan mengelola sekitar 4.200 kilogram sampah melalui proses pemilahan dan pengolahan sehingga tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir,” katanya.
Pendekatan serupa juga diterapkan dalam penyelenggaraan Ultraverse Festival yang berlangsung pada akhir Januari lalu.
Ke depan, XLSMART menempatkan ESG sebagai bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan. Integrasi prinsip keberlanjutan dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, tanggung jawab lingkungan, serta dampak sosial.
Baca juga: XLSMART Umumkan Kinerja Kuartal III 2025: Laba Meroket Pasca Merger
“Kami akan terus memperkuat implementasi ESG secara terukur. Tujuannya agar pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan penciptaan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan investor,” ujar Merza.
Sebagai informasi, Sustainable Fitch merupakan lembaga pemeringkat internasional yang memberikan opini terhadap kinerja keberlanjutan perusahaan. Sistem penilaian menggunakan skala 1 hingga 5, dengan 1 sebagai peringkat tertinggi, serta skor numerik 0 sampai 100.
Hasil penilaian tersebut kerap menjadi rujukan investor global dalam menilai komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.
Bagi XLSMART, pencapaian rating ESG ini menjadi salah satu indikator bahwa transformasi perusahaan setelah merger mulai menghasilkan pengakuan di tingkat internasional, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri telekomunikasi yang semakin menuntut praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Editor : Redaksi