SURABAYA, GoBrand.id - Setelah Jakarta, Medan, dan Semarang, giliran Surabaya menjadi arena pembuktian kemampuan BYD M6 DM.
Melalui ajang BYD M6 DM Media Challenge, pabrikan asal Tiongkok tersebut mengajak jurnalis menguji langsung efisiensi teknologi Dual Mode (DM) pada rute perkotaan hingga jalur menanjak menuju Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Baca juga: Kuasai 36 Persen Pasar Jatim, BYD Rilis M6 EV Rp403 Juta di Surabaya
Rute sepanjang sekitar 150 kilometer dipilih untuk menggambarkan karakter mobilitas masyarakat Jawa Timur.
Perjalanan dimulai dari lalu lintas padat perkotaan, melintasi jalan tol, hingga tanjakan menuju kawasan dataran tinggi sebelum kembali ke Surabaya.
Seluruh perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar lima jam dengan tiga hingga empat orang di setiap kendaraan.
BYD menyebut pengujian tersebut bukan sekadar mengejar angka konsumsi bahan bakar, tetapi memperlihatkan bagaimana sistem electric-first bekerja pada kondisi berkendara sehari-hari.
Pada teknologi Dual Mode, motor listrik menjadi penggerak utama, sementara mesin bensin berfungsi mendukung ketika dibutuhkan.
Berdasarkan simulasi internal perusahaan, BYD M6 DM berpotensi mencatat konsumsi bahan bakar hingga 65 km per liter untuk perjalanan sekitar 150 kilometer dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar terisi penuh.
Efisiensi tersebut diperoleh melalui pengelolaan tenaga listrik dan mesin bensin secara otomatis sesuai kebutuhan berkendara.
Baca juga: Teknologi DM BYD Tawarkan Solusi Mobil Irit di Tengah Lonjakan Energi
Selain mengukur efisiensi, peserta juga merasakan karakter berkendara MPV tujuh penumpang tersebut.
Kabin yang senyap, akselerasi halus, dan ruang penumpang yang lapang menjadi bagian dari evaluasi selama perjalanan.
Peserta juga singgah di beberapa titik untuk menyelesaikan tantangan interaktif sekaligus berbagi pengalaman berkendara.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Jawa Timur dipilih karena memiliki aktivitas ekonomi dan mobilitas yang tinggi.
Hingga saat ini lebih dari 4.400 unit kendaraan BYD telah beroperasi di provinsi tersebut, dengan pangsa pasar kendaraan listrik diklaim melampaui 40 persen.
Baca juga: Antisipasi Risiko Mudik 2026, Garda Oto & OLXmobbi Perkuat Edukasi Komunitas
"Jawa Timur menjadi lokasi yang tepat untuk memperlihatkan bagaimana teknologi Dual Mode dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Setelah Jakarta, Medan, dan Semarang, Surabaya menjadi kota keempat untuk membuktikan konsistensi efisiensi, performa, serta kenyamanan BYD M6 DM pada perjalanan antarkota dengan karakter rute yang beragam," ujar Luther.
BYD juga mengklaim biaya kepemilikan kendaraan dapat ditekan. Berdasarkan simulasi perusahaan selama tiga tahun, biaya perawatan BYD M6 DM diperkirakan sekitar 30 persen lebih rendah dibanding kendaraan konvensional pada segmen serupa karena sistem Dual Mode mengoptimalkan penggunaan motor listrik dan mesin bensin.
Teknologi Dual Mode yang dibawa BYD mengusung filosofi G.A.S.S., yakni Gesit, Andal, Senyap, dan Super Irit. Konsep tersebut menjadi identitas sistem hybrid plug-in BYD yang mengandalkan motor listrik sebagai sumber tenaga utama sehingga menawarkan respons akselerasi instan, kabin lebih hening, serta efisiensi energi yang diklaim tetap terjaga di berbagai kondisi jalan.
Melalui rangkaian Media Challenge di sejumlah kota, BYD berharap calon konsumen maupun media memperoleh gambaran nyata mengenai karakter berkendara teknologi Dual Mode, khususnya bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan keluarga untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.
Hasil pengujian di Surabaya disebut melanjutkan capaian positif yang sebelumnya diraih pada pengujian di Jakarta, Medan, dan Semarang.
Editor : Wijaya Kusuma