x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

Lambannya PP Minerba, DPR Nilai Pemerintah Langgar Amanat Undang-Undang

Avatar Redaksi

Energi

JAKARTA, GoBrand - Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari, melayangkan kritik tajam terhadap pemerintah yang dinilai lalai menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai aturan pelaksana Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba).

Ratna menjelaskan, Pasal 174 Ayat (1) UU Minerba telah secara tegas mengamanatkan bahwa seluruh peraturan pelaksanaan harus terbit paling lambat enam bulan setelah undang-undang diundangkan.

“UU Minerba sudah disahkan sejak 19 Maret 2025. Artinya, pemerintah telah melewati batas waktu yang ditetapkan undang-undang. Ini bentuk kelalaian yang tidak boleh dibiarkan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, keterlambatan penerbitan PP dapat menghambat implementasi UU Minerba secara menyeluruh. Padahal, sektor minerba memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi nasional serta menjadi instrumen penting dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan bangsa.

“Indonesia kaya akan sumber daya mineral dan batu bara. Undang-undang ini dibuat untuk memastikan kekayaan itu dikelola sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan asing. Tanpa aturan pelaksana, semangat kemandirian itu sulit diwujudkan,” tegasnya.

Ratna juga mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan seluruh regulasi turunan yang dibutuhkan agar kepastian hukum dan arah kebijakan di sektor pertambangan dapat berjalan sesuai amanat undang-undang.

“Pemerintah tidak boleh menyepelekan urgensi ini. Minerba bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi fondasi kedaulatan nasional. Dengan tata kelola yang tepat, sektor ini bisa menjadi motor kemandirian dan pelindung Indonesia dari ketergantungan luar negeri,” katanya.

Sebagai informasi, DPR sebelumnya telah menyetujui perubahan keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara dalam rapat paripurna, Selasa (18/2/2025). Revisi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola pertambangan, meningkatkan nilai tambah, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Artikel Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 23:55 WIB | Perbankan

CIMB Niaga Syariah Hadirkan KPR iB Xtra Haji Umrah, Wujudkan Impian Punya Rumah Sekaligus Beribadah ke Tanah Suci

GoBrand.id - Memiliki rumah sendiri sekaligus menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan aspirasi yang ingin diwujudkan banyak keluarga Indonesia. Untuk ...
Rabu, 04 Nov 2026 23:30 WIB | Keuangan

Prudential Indonesia Hadirkan PRUProsper, Solusi Perlindungan dan Perencanaan Keuangan Berbasis USD

GoBrand.id - Prudential Indonesia (PT Prudential Life Assurance) menghadirkan Asuransi Jiwa PRUProsper, solusi perlindungan dan perencanaan keuangan berbasis ...
Rabu, 04 Nov 2026 22:26 WIB | News

ShopeePay dan SPayLater Rayakan Kreativitas Indonesia, Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Batik ‘Corak Cerita Nusantara’

GoBrand.id - ShopeePay dan SPayLater pada Rabu (4/11) mengumumkan para pemenang Kompetisi Desain Batik 2026 ‘Corak Cerita Nusantara’, yang merayakan krea ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:56 WIB | Lifestyle

BINTANG Crystal Hadirkan “The Smoothest Way to Chill” di Jakarta dan Bali

GoBrand.id - BINTANG Crystal, bir cold-brewed dengan karakter rasa smooth dan tingkat kepahitan yang lebih rendah, menghadirkan pengalaman “The Smoothest Way to ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:10 WIB | Telco

Resmi Hadir di Indonesia, Bose Noise Cancelling Wired Earbuds Jadi Rekomendasi Earphone Kabel Terbaik 2026

GoBrand.id - Bose Noise Cancelling Wired Earbuds, wired earbuds pertama dengan noise cancelling, resmi meluncur di Indonesia. Konsumen bisa beli Bose Noise ...
Selasa, 03 Nov 2026 16:32 WIB | Kesehatan

Wujudkan Generasi Emas Anak Indonesia, vidoran Menutrisi Lebih dari 2.250 Balita

GoBrand.id - Nutrisi yang tepat sejak dini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Namun, pemenuhan gizj anak di Indonesia masih ...