x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

Regulasi Koperasi Dinilai Belum Adaptif, Potensi Daerah Terancam Terhambat

Avatar Redaksi

News

JAKARTA, GoBrand.id - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti lemahnya regulasi daerah dalam pemberdayaan koperasi yang dinilai belum adaptif dengan potensi lokal dan justru saling bertabrakan. Kondisi tersebut disebut berisiko menghambat koperasi sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.

Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, menegaskan koperasi tidak akan tumbuh jika dibebani regulasi yang tidak sinkron antara pusat dan daerah. “Masih banyak perda dan kebijakan yang saling tumpang tindih, baik soal keuangan, kewenangan, maupun teknis. Ini membuat koperasi sulit berkembang,” ujar GKR Hemas dalam rapat BULD DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (28/1/2026).

Ia menilai pendekatan regulasi yang terlalu seragam dan tidak fasilitatif justru bertentangan dengan semangat otonomi daerah. Harmonisasi aturan pusat–daerah, kata dia, menjadi syarat mutlak agar koperasi benar-benar berdaya.

Senada, Ketua BULD DPD RI Stevanus BAN Liow mengungkapkan temuan bahwa tidak semua daerah memiliki perda khusus koperasi. “Ini berbahaya. Tanpa dasar hukum yang kuat, koperasi mudah terpinggirkan dalam kebijakan pembangunan daerah,” tegasnya.

Stevanus juga mengkritisi kebijakan Koperasi Merah Putih (KMP) yang dinilai belum matang. “Skema pembiayaan dan pembagian peran antar kementerian harus jelas. Dana Desa seharusnya tidak dibebani untuk KMP,” ujarnya.

DPD RI mengingatkan penyeragaman model koperasi berpotensi mengabaikan karakter dan potensi daerah, bahkan melemahkan prinsip dasar koperasi. “Koperasi jangan direduksi hanya jadi gerai sembako. Harus memberi nilai tambah dan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” kata Stevanus.

Sementara itu, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, menyatakan pemerintah mencatat seluruh masukan DPD RI. “Program KMP dirancang sebagai intervensi strategis untuk menekan kemiskinan dan membuka lapangan kerja, dengan melibatkan lintas kementerian,” ujarnya.

DPD RI menegaskan akan terus mengawal pembenahan regulasi agar koperasi tidak menjadi korban kebijakan yang tumpang tindih dan benar-benar berfungsi sebagai kekuatan ekonomi daerah.

Artikel Terbaru
Sabtu, 08 Agu 2026 00:07 WIB | Travel

Sunset Chill & Grill, Sensasi BBQ dan Sunset dari Rooftop Surabaya

EXCOTEL Surabaya menghadirkan Sunset Chill & Grill, pengalaman BBQ, live music, dan sunset dengan panorama 360 derajat Kota Surabaya. ...
Kamis, 30 Jul 2026 07:59 WIB | Telco

Hypernet Technologies Luncurkan Whooz, Solusi IT Tanpa Modal Besar untuk Bisnis SME

GoBrand.id - Hypernet Technologies, perusahaan solusi teknologi informasi di bawah naungan XLSMART, hari ini merambah segmen baru untuk SME melalui Whooz by ...
Kamis, 30 Jul 2026 07:50 WIB | Ototekno

Ford RMA Indonesia Umumkan Harga Resmi 4 Varian Premium Built Ford Tough di GIIAS 2026

GoBrand.id  – Ford RMA Indonesia hari ini resmi mengumumkan harga OTR Jakarta untuk jajaran kendaraan premium terbarunya pada ajang Gaikindo Indonesia In ...
Selasa, 28 Jul 2026 14:48 WIB | Kesehatan

Enervon Active Dukung Generasi After Work Gerakkan Budaya Hidup Aktif, Sehat, & Produktif

GoBrand.id - PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia), yang telah selama lebih dari 50 tahun menghadirkan inovasi yang mendukung kesehatan dan kualitas ...
Sabtu, 25 Jul 2026 16:54 WIB | Perbankan

CIMB Niaga Raih Penghargaan Best SME Bank Indonesia 2026 dari Euromoney

GoBrand.id - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga atau IDX: BNGA) meraih penghargaan “Best SME Bank Indonesia 2026” dari Euromoney. Penghargaan ini diberikan atas ...
Jumat, 24 Jul 2026 21:26 WIB | Telco

Kenangan Brands Andalkan Digital Trust Privy untuk Kawal Ekspansi 1.300 Gerai

GoBrand.id - Memiliki lebih dari 1.300 gerai dan hampir 10.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia, Kenangan Brands memperkirakan ada sekitar 20.000 ...