GOBRAND.ID - Program mudik gratis yang digelar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Idulfitri 1447 H tidak hanya menjadi solusi transportasi bagi masyarakat, tetapi juga dinilai berdampak pada perputaran ekonomi nasional. Pergerakan ribuan pemudik dari kota besar ke berbagai daerah di Pulau Jawa diperkirakan mendorong konsumsi rumah tangga di wilayah tujuan.
Arus pemudik menuju kota-kota seperti Surabaya, Yogyakarta, hingga Wonogiri menjadi momentum peningkatan aktivitas ekonomi lokal, mulai dari sektor transportasi, kuliner, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Lonjakan konsumsi selama periode Lebaran kerap menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di kuartal berjalan.
Dalam program Mudik Gratis BUMN 2026, Bank Rakyat Indonesia bersama BRI Life memberangkatkan sekitar 5.000 pemudik dan ratusan awak bus dari sejumlah titik di Jakarta menuju berbagai kota di Jawa. Program ini diarahkan untuk mengurangi beban biaya perjalanan sekaligus meningkatkan keselamatan pemudik.
Direktur BRI Life, Sutadi, mengatakan mobilitas mudik yang tinggi perlu diimbangi dengan perlindungan perjalanan. “Peningkatan aktivitas mudik harus diikuti kesiapan mitigasi risiko, termasuk perlindungan kecelakaan bagi para pemudik,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Selain aspek keselamatan, program mudik gratis juga dinilai memberikan efek ekonomi berantai. Dengan berkurangnya biaya transportasi, masyarakat memiliki ruang lebih besar untuk membelanjakan uang di kampung halaman, yang pada akhirnya menggerakkan ekonomi daerah.
Namun demikian, skala program yang masih terbatas dibandingkan jumlah pemudik nasional menjadi catatan tersendiri. Pemerataan akses transportasi terjangkau dan perlindungan perjalanan dinilai masih menjadi tantangan dalam memastikan manfaat ekonomi mudik dapat dirasakan lebih luas.
Di tengah tingginya mobilitas Lebaran, momentum mudik tetap menjadi salah satu penggerak utama konsumsi domestik, sekaligus ujian bagi kesiapan infrastruktur, distribusi, dan perlindungan masyarakat dalam skala nasional.
Editor : Redaksi