Gobrand.id - Meningkatnya penggunaan platform digital di kalangan generasi muda memunculkan tantangan baru yang tak lagi sekadar soal teknologi. Penyalahgunaan platform online, pola interaksi digital yang tidak sehat, hingga dampak psikologis akibat aktivitas digital berisiko kini mulai menjadi perhatian serius.
Kondisi tersebut mendorong Higgs Games Island (HGI) bersama Polda Sumatera Barat menggelar seminar bertajuk “Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda” di Ballroom Hotel Santika Padang, Selasa (12/5/2026).
Seminar yang berlangsung sekitar dua setengah jam itu membahas pentingnya literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta penggunaan platform online secara sehat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus teknologi digital.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa Universitas Putra Indonesia Padang, Universitas Andalas, serta sejumlah institusi pendidikan lain di Sumatera Barat.
Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari Polda Sumatera Barat, ahli hukum ITE, praktisi hukum, dan akademisi yang membahas berbagai tantangan aktivitas digital modern yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menilai aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada persoalan ekonomi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan sosial apabila tidak diimbangi kesadaran digital yang memadai.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kombes Andry Kurniawan, mengatakan masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai aktivitas digital ilegal yang saat ini semakin mudah diakses melalui platform online.
“Aktivitas digital berisiko tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu kecanduan, gangguan mental, hingga tindakan kriminal yang merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” ujar Andry Kurniawan.
Menurut dia, generasi muda perlu lebih bijak menggunakan platform digital dan tidak mudah tergoda aktivitas online yang menjanjikan keuntungan instan.
Ahli Hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menilai penguatan literasi digital menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat di era platform online.
“Literasi digital menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam sistem digital yang manipulatif dan merugikan,” kata Ryan Abdisa Sukmadja.
Ryan menambahkan, terciptanya ruang digital yang sehat membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, komunitas, hingga masyarakat secara bersama-sama.
Sementara itu, perwakilan HGI, Ray, mengatakan persoalan aktivitas digital berisiko tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan teknologi semata. Menurutnya, edukasi dan kolaborasi lintas sektor perlu terus diperkuat secara berkelanjutan.
“Kolaborasi bersama Polda Sumatera Barat menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem digital dan komunitas yang lebih sehat, edukatif, serta positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Ray juga menilai industri digital dan platform online memiliki tanggung jawab dalam membangun budaya penggunaan teknologi yang sehat dan berkelanjutan bagi generasi muda.
Sepanjang seminar berlangsung, antusiasme peserta terlihat melalui berbagai pertanyaan dan diskusi terkait fenomena digital dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah peserta mengaku mendapat perspektif baru mengenai pentingnya memahami risiko di ruang digital sekaligus memanfaatkan teknologi secara lebih bijak, sehat, dan produktif.
Editor : Redaksi