JAKARTA, GoBrand.id - Upaya pelestarian lingkungan kini semakin terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat. Di Lombok Tengah, program konservasi bambu tidak lagi sekadar penghijauan, tetapi berkembang menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis komunitas.
Melalui kolaborasi CIMB Niaga dan Yayasan KEHATI, lebih dari 115.000 bambu telah ditanam di berbagai wilayah Indonesia sejak 2012. Khusus di kawasan KHDTK Rarung, Desa Pemepek, program ini menjadi model pengembangan berbasis lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pendekatan terbaru yang diterapkan tidak hanya berfokus pada konservasi, tetapi juga menggabungkan sektor produktif seperti pertanian, pelatihan masyarakat, hingga pengembangan desa sebagai destinasi eko-eduwisata. Hal ini menjadikan bambu sebagai sumber nilai ekonomi baru yang berkelanjutan.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga, Fransiska Oei, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan.
“Kami ingin memastikan konservasi tidak berhenti pada penanaman, tetapi juga memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya saat kunjungan di Desa Pemepek, Jumat (26/6/2026).
Dalam implementasinya, berbagai kelompok lokal seperti koperasi, kelompok wanita tani, hingga kelompok sadar wisata dilibatkan secara aktif. Pendampingan berkelanjutan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi wilayah secara mandiri.
Melalui model ini, konservasi bambu di Lombok Tengah menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan. Program ini sekaligus menjadi contoh bagaimana inisiatif keberlanjutan dapat menciptakan dampak sosial, ekonomi, dan ekologi secara bersamaan.
Editor : Redaksi