JAKARTA, GoBrand.id - Tren liburan sekolah di Indonesia pada 2026 menunjukkan pergeseran pola yang cukup signifikan. Jika sebelumnya identik dengan perjalanan jauh atau wisata mahal, kini banyak keluarga lebih memilih aktivitas sederhana yang tetap bermakna dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.
Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat masyarakat untuk menghabiskan waktu di tempat rekreasi terdekat, ruang terbuka, hingga aktivitas santai di rumah. Pilihan tersebut dinilai lebih fleksibel, hemat, sekaligus memberikan ruang interaksi yang lebih intens antara orang tua dan anak.
Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, menyebut bahwa makna utama liburan sekolah bukan terletak pada destinasi, melainkan pada kualitas kebersamaan yang tercipta selama momen tersebut.
“Liburan sekolah adalah waktu penting bagi keluarga untuk membangun kedekatan. Aktivitas sederhana seperti berbincang, bermain bersama, atau menikmati waktu santai justru menjadi pengalaman yang paling berkesan bagi anak-anak,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/6/2026).
Di tengah suasana liburan yang lebih santai, pola konsumsi masyarakat juga ikut berubah. Camilan ringan menjadi bagian dari pengalaman liburan, terutama yang mudah dinikmati bersama keluarga di berbagai situasi, baik di rumah maupun saat beraktivitas di luar.
Kehadiran camilan seperti es krim, misalnya, sering kali identik dengan suasana ceria dan relaksasi. Produk ini menjadi pelengkap aktivitas santai yang dapat dinikmati lintas usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Selain itu, tren ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya quality time. Banyak orang tua kini lebih selektif dalam merancang kegiatan liburan, dengan fokus pada interaksi yang membangun kedekatan emosional, bukan sekadar hiburan sesaat.
Perubahan pola liburan ini sekaligus menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari aktivitas besar atau mahal. Justru, momen sederhana yang dilakukan bersama orang terdekat sering kali menjadi kenangan paling melekat bagi anak-anak.
Dengan demikian, liburan sekolah kini tidak hanya menjadi waktu jeda dari rutinitas belajar, tetapi juga menjadi kesempatan strategis bagi keluarga untuk memperkuat hubungan, membangun komunikasi, serta menciptakan pengalaman yang bermakna dan berkelanjutan.
Editor : Redaksi