JAKARTA, GoBrand.id - Bank Jakarta memanfaatkan ajang Jakarta Fair 2026 sebagai ruang perluasan akses layanan keuangan digital kepada masyarakat. Kehadiran di Hall C1 Anjungan Pemprov DKI Jakarta tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui aplikasi JakOne Mobile di berbagai tenant dan UMKM selama pameran berlangsung.
Langkah ini menunjukkan pergeseran pendekatan perbankan yang semakin fokus pada integrasi layanan digital dengan aktivitas sehari-hari. Pengunjung dapat langsung mencoba berbagai fitur, mulai dari pembayaran di merchant, pembukaan rekening secara online, hingga pengajuan kredit dalam satu ekosistem yang dirancang praktis dan mudah diakses.
Baca juga: Rano Karno Dorong Layanan Keuangan Lebih Dekat ke Warga, Resmikan KCP Bank Jakarta Kebayoran Park
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyatakan bahwa kehadiran ini menjadi upaya agar layanan perbankan tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat. “Kami ingin masyarakat merasakan langsung kemudahan transaksi digital dalam berbagai aktivitas di Jakarta Fair,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Baca juga: BEI dan Bank Jakarta Sepakat, Kualitas Jadi Kunci Ketahanan Sektor Keuangan
Selain itu, fasilitas pendukung seperti ATM-CRM turut dihadirkan untuk layanan tarik dan setor tunai, melengkapi kebutuhan transaksi pengunjung. Di lokasi yang sama, masyarakat juga dapat mengakses layanan pembayaran pajak kendaraan secara digital melalui integrasi sistem yang tersedia.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa partisipasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam memperluas inklusi keuangan. “Kami terus mendorong inovasi layanan dan kolaborasi agar ekosistem keuangan semakin inklusif dan mudah dijangkau masyarakat,” katanya.
Baca juga: Bank Jakarta Optimistis di Tengah Tekanan Suku Bunga dan Ekonomi Global
Kehadiran layanan terintegrasi di ruang publik seperti PRJ 2026 menandai semakin kuatnya arah digitalisasi sektor perbankan, sekaligus mempercepat adaptasi masyarakat terhadap transaksi yang lebih efisien dan berbasis teknologi.
Editor : Redaksi