x gobrand.id skyscraper
x gobrand.id skyscraper

OJK Diminta Bertindak Cepat Tangani Gagal Bayar Dana Syariah

Avatar Redaksi

News

JAKARTA, GoBrand.id - Kasus gagal bayar yang menimpa PT Dana Syariah Indonesia menimbulkan keresahan di kalangan investor. Platform investasi berbasis peer to peer lending itu dilaporkan tidak memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pendana selama empat bulan terakhir.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKB Tommy Kurniawan mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera turun tangan memastikan dana investor tetap aman.

“OJK harus mendesak Dana Syariah menunaikan kewajibannya kepada para investor. Jangan sampai kasus ini menjadi preseden buruk bagi ekosistem investasi syariah di Indonesia,” ujar Tommy Kurniawan, Kamis (23/10/2025).

Tommy — yang akrab disapa Tomkur — menilai, kasus ini menjadi peringatan penting bagi dunia investasi syariah. Menurutnya, label “syariah” tidak boleh hanya menjadi strategi pemasaran, tetapi juga harus mencerminkan komitmen moral dan tanggung jawab penuh terhadap investor.

“OJK sebagai lembaga yang memberi izin operasi harus segera berkoordinasi dengan manajemen Dana Syariah dan menyampaikan kondisi sebenarnya kepada publik,” tegasnya.

Diketahui, Dana Syariah telah terdaftar di OJK sejak 2018 dan resmi berizin pada 2021. Namun sejak kasus gagal bayar mencuat, para pendana mengaku sulit berkomunikasi dengan perusahaan. Kantor pusat di Jakarta disebut tutup dengan alasan Work From Home (WFH), sementara respons di kanal resmi hanya bersifat normatif.

Manajemen Dana Syariah mengklaim keterlambatan pembayaran disebabkan oleh penunggakan dari penerima pembiayaan (borrower). Namun Tomkur meminta OJK menginvestigasi klaim tersebut secara menyeluruh.

“Kalau memang ada borrower menunggak, apakah semuanya? Transparansi penting agar publik tidak berspekulasi,” ujarnya.

Tomkur juga mendorong OJK memperketat pengawasan terhadap langkah-langkah penyelesaian yang dilakukan perusahaan, termasuk penagihan ke borrower dan penjualan agunan.

“OJK harus memastikan langkah-langkah itu nyata dan efektif. Jangan sampai investor menunggu tanpa kepastian. Dana mereka harus dikembalikan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru
Rabu, 04 Nov 2026 23:55 WIB | Perbankan

CIMB Niaga Syariah Hadirkan KPR iB Xtra Haji Umrah, Wujudkan Impian Punya Rumah Sekaligus Beribadah ke Tanah Suci

GoBrand.id - Memiliki rumah sendiri sekaligus menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan aspirasi yang ingin diwujudkan banyak keluarga Indonesia. Untuk ...
Rabu, 04 Nov 2026 23:30 WIB | Keuangan

Prudential Indonesia Hadirkan PRUProsper, Solusi Perlindungan dan Perencanaan Keuangan Berbasis USD

GoBrand.id - Prudential Indonesia (PT Prudential Life Assurance) menghadirkan Asuransi Jiwa PRUProsper, solusi perlindungan dan perencanaan keuangan berbasis ...
Rabu, 04 Nov 2026 22:26 WIB | News

ShopeePay dan SPayLater Rayakan Kreativitas Indonesia, Umumkan Pemenang Kompetisi Desain Batik ‘Corak Cerita Nusantara’

GoBrand.id - ShopeePay dan SPayLater pada Rabu (4/11) mengumumkan para pemenang Kompetisi Desain Batik 2026 ‘Corak Cerita Nusantara’, yang merayakan krea ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:56 WIB | Lifestyle

BINTANG Crystal Hadirkan “The Smoothest Way to Chill” di Jakarta dan Bali

GoBrand.id - BINTANG Crystal, bir cold-brewed dengan karakter rasa smooth dan tingkat kepahitan yang lebih rendah, menghadirkan pengalaman “The Smoothest Way to ...
Selasa, 03 Nov 2026 23:10 WIB | Telco

Resmi Hadir di Indonesia, Bose Noise Cancelling Wired Earbuds Jadi Rekomendasi Earphone Kabel Terbaik 2026

GoBrand.id - Bose Noise Cancelling Wired Earbuds, wired earbuds pertama dengan noise cancelling, resmi meluncur di Indonesia. Konsumen bisa beli Bose Noise ...
Selasa, 03 Nov 2026 16:32 WIB | Kesehatan

Wujudkan Generasi Emas Anak Indonesia, vidoran Menutrisi Lebih dari 2.250 Balita

GoBrand.id - Nutrisi yang tepat sejak dini berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan anak. Namun, pemenuhan gizj anak di Indonesia masih ...