Jakarta - IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat kinerja tertinggi sepanjang sejarah dengan total throughput mencapai 3,59 juta TEUs sepanjang 2025, tumbuh 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan peran IPC TPK sebagai simpul penting logistik nasional, khususnya di wilayah barat Indonesia.
Corporate Secretary IPC Terminal Petikemas, Pramestie Wulandary, menyebut lonjakan kinerja ini lahir dari kombinasi kepercayaan pengguna jasa dan perbaikan layanan yang konsisten. “Angka ini bukan sekadar statistik. Ini refleksi dari tuntutan pasar yang makin kritis terhadap efisiensi dan keandalan layanan pelabuhan. Jika tidak berbenah, kami akan tertinggal,” tegas Pramestie.
Baca juga: Ekspor Lampung Tumbuh Pesat, Pelabuhan Panjang Kian Strategis di Jalur Asia
Ia menambahkan, pembukaan 25 layanan baru sepanjang 2025 menjadi salah satu pemicu pertumbuhan, sekaligus memperluas konektivitas perdagangan domestik dan internasional.
Baca juga: Pelindo Terminal Petikemas Gerakkan Penghijauan Nasional di Hari Kemerdekaan
Namun, menurutnya, capaian tersebut juga menjadi alarm untuk terus bertransformasi. “Volume yang naik tanpa peningkatan kualitas layanan justru berisiko menimbulkan kemacetan logistik. Tantangannya ada di sana,” ujarnya.
Kinerja positif tercatat di hampir seluruh wilayah operasional, dengan lonjakan tertinggi terjadi di Area Panjang dan Tanjung Priok. IPC TPK menilai tren ini sejalan dengan membaiknya arus perdagangan nasional, namun menekankan bahwa keberlanjutan kinerja akan sangat bergantung pada disiplin efisiensi dan inovasi layanan ke depan.
Editor : Redaksi