JAKARTA, GoBrand.id -Menteri Perdagangan menegaskan penguatan daya saing produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kunci menjaga stabilitas pasar domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Dalam perayaan Hari Ritel Modern Indonesia (Harmoni) 2025 di Jakarta, Jumat (15/8/2025), Mendag menyebut pola kemitraan antara UMKM dengan jaringan ritel modern menjadi strategi krusial memperluas distribusi produk lokal.
Baca juga: Amar Bank Optimistis Ekonomi Digital 2026 Tumbuh Lewat Pemberdayaan UMKM
“Jika produk UMKM mampu menguasai pasar dalam negeri, maka otomatis kita bisa menahan laju masuknya produk asing. Produk berdaya saing inilah benteng terbaik melawan impor,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan UMKM menembus etalase ritel modern bukan sekadar pencapaian distribusi, tetapi bukti konkret bahwa usaha kecil mampu bersaing di pasar luas. Namun, keberhasilan itu bergantung pada kualitas produk. “Kemitraan hanya bisa berjalan jika produk UMKM memenuhi standar. Produk tidak kompetitif tidak mungkin bertahan,” ujarnya.
Baca juga: Wajib Tahu! Pelatihan Ini Bikin UMKM Pasuruan Melek Teknologi
Pemerintah, kata Mendag, terus mendorong kurasi produk lokal agar sesuai standar domestik maupun internasional melalui pelatihan, sertifikasi, hingga fasilitasi pemasaran. Upaya ekspansi pasar juga difokuskan ke luar negeri. Hingga kini, lebih dari 600 UMKM difasilitasi melalui program business matching dengan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara, menghasilkan transaksi sebesar US$87 juta atau Rp1,3 triliun.
Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menekankan bahwa ritel modern yang menyumbang lebih dari 50 persen konsumsi nasional merupakan mitra strategis bagi UMKM. “Sinergi ini memperkuat rantai pasok domestik sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” jelasnya.
Ia menambahkan, kontribusi besar sektor konsumsi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadikan strategi memperkuat UMKM lewat ritel modern sebagai langkah penting menjaga kemandirian ekonomi. “Jika konsisten, program ini mampu mengurangi ketergantungan impor dan memperluas ekspor produk lokal ke pasar global,” katanya.
Sementara itu, Head of Government Affairs Lazada Indonesia, Yovan, menyatakan dukungannya melalui strategi omnichannel yang menghubungkan belanja online dan offline. “Kolaborasi ini memperluas jangkauan konsumen, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.
Editor : Redaksi