GOBRAND.ID - Menjelang lonjakan arus mudik Lebaran 2026, JETOUR Indonesia melakukan aksi ekstrem untuk membuktikan klaim keamanan SUV andalannya.
Dalam sebuah demonstrasi struktur di Jakarta, Selasa (10/3/2026), rangka JETOUR T2 dipaksa menahan beban statis lebih dari 350 kilogram guna mensimulasikan ketangguhan kendaraan saat menghadapi medan berat.
Langkah provokatif ini diambil untuk menjawab keraguan konsumen terhadap durabilitas mobil SUV di jalur mudik yang bervariasi.
Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menegaskan bahwa aspek keselamatan pada unit T2 merupakan hasil rekayasa material yang serius, bukan sekadar pelengkap brosur.
"Kami membangun JETOUR T2 dengan struktur Hardtop Cage Body Monocoque yang komposisinya 80 persen baja berkuatan tinggi.
Hasilnya, mobil ini memiliki kekakuan torsi hingga 31.000 Nm/degree. Demonstrasi beban ini adalah bukti fisik bahwa fondasi keamanan kami sangat nyata," ujar Ranggy.
Selain kekuatan rangka, SUV ini dipersenjatai teknologi 540° Surround Vision dengan fitur sasis transparan. Fitur ini memungkinkan pengemudi melihat rintangan di bawah kolong mobil secara real-time, sebuah kemampuan krusial saat melintasi jalan rusak atau berbatu di jalur pedesaan.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem dan banjir yang sering menghantui pemudik, JETOUR T2 juga dibekali Wading Radar.
Sensor ini mampu mendeteksi kedalaman air hingga 700 mm, didukung ground clearance jangkung setinggi 220 mm agar kendaraan tidak mogok saat menerjang genangan.
Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, menilai spesifikasi kendaraan yang mumpuni menjadi syarat wajib untuk mudik tahun ini.
Mengingat 85 persen pemudik diprediksi menggunakan jalur darat, risiko kelelahan dan kecelakaan akibat kontur jalan yang tidak terduga sangatlah tinggi.
"Persiapan matang pengemudi harus dibarengi kendaraan yang tangguh. Jalur mudik kita itu kompleks, mulai dari tol panjang yang menjemukan hingga jalan desa yang terjal," kata Jusri.
Sebagai bentuk dukungan purna jual, JETOUR menggelar program Free Check-Up serentak di 12 kota besar Indonesia, termasuk Jakarta, Surabaya, hingga Makassar, pada 13-17 Maret 2026.
Perusahaan juga menyiagakan Bengkel Siaga selama tujuh hari penuh mulai 18 Maret untuk menjamin kelancaran perjalanan konsumen selama musim libur panjang.
Editor : Ali Masduki